Selasa, 28 Mei 2019

SOLO TRAVEL KE UJUNG GENTENG, SUKABUMI


Assalamualaikum, temen-temen, gimana nih kabarnya? Semoga sehat selalu ya kalian, dimanapun kalian berada, hehehe.
Kangen juga nih, udah lama ga nge-blog. Mau cerita sedikit, sebenerya gue udah nulis beberapa draft, cuma ngerasa kaya masih ada yang kurang aja buat di posting. Setelah sakit hati yang tak berkesudahan, Alhamdulillah sekarang udah pulih wkwkwkw. Semoga postingan kali ini bermanfaat ya buat kalian, happy reading!

SOLO TRAVEL KE UJUNG GENTENG, SUKABUMI.
CUMA SERATUS RIBUAN!

Jadi perjalanan ke Sukabumi ini bermula karna gue yang kangen banget sama kampung halaman gue, di Ujung Genteng, akhirnya setelah memikirkan beberapa hal, gue memutuskan untuk berangkat sendiri ke Sukabumi. 
Pantai Ujung Genteng

Pantai Ujung Genteng


Perjalanan dimulai dari Stasiun Bekasi menuju Stasiun Bogor naik CommuterLine. Berangkat dari Stasiun Bekasi dengan jadwal kereta jaam 05.18 WIB via Manggarai. Sesampainya di Stasiun Manggarai, gue turun dan berpindah kereta untuk menuju Bogor.

Buat kalian yang belum pernah atau jarang ke Stasiun Manggarai, mungkin agak bingung karna jalur disana banyak banget. Biasanya kalo dari Bekasi, masuk di Peron 1 atau 3 Stasiun Manggarai. Setelah turun, kalian pindah ke Peron 5 atau 8 untuk tujuan Bogor. Info lebih lanjutnya kalian dengerin speaker di Stasiun aja, atau bertanya ke petugas stasiun. Intinya, JANGAN MALU BERTANYA!
Tarif KRL dari Stasiun Bekasi ke Stasiun Bogor sebesar Rp7.000.

Sesampainya di Stasiun Bogor, kalian keluar Stasiun, kemudian pindah ke Stasiun Bogor Paledang. Dari Stasiun Bogor, naik ke tangga penyebrangan, terus turun tangga ke seblah kiri. Di tangga juga ada bacaan nya “Arah Paledang” kok. Jaraknya itu deket banget, cuma 5 menit jalan kaki. Jadi kalo kalian ditawarin naik ojek, menurut gue gausah, karna emang deket bgt jaraknya;(
Penunjuk arah setelah keluar Stasiun Bogor



Nah dari Stasiun Paledang, kalian beli tiket kereta api Pangrango arah Sukabumi, harganya Rp35.000. Jadwal kereta pertamanya jam 07.50WIB. Durasi naik kereta Pangrango Bogor-Sukabumi itu kisaran 2 jam. Jadi jam 10.00 kalian udah sampe di Stasiun Sukabumi. Jadwal kereta yang lainnya gue sediakan dibawah.
Jadwal KA Pangrango

Setelah sampai di Stasiun Sukabumi, kalian lanjut naik angkot kuning, jurusan Terminal Lembursitu. Keadaan di Stasiun Sukabumi ini agak riweuh, karna lokasi nya di deket pasar. Jadi, JANGAN MALU UNTUK BERTANYA!! Di Stasiun Sukabumi ini angkotnya berwarna-warni, untuk nomor angkot sepertinya gaada, hanya berdasarkan warna. Inget yaaa, untuk jurusan ke Terminal Lembursitu warna angkotnya KUNING. Nah tarif angkot dari Stasiun Sukabumi ke Terminal Lembursitu cuma Rp5.000,- lohhh.

Angkot kuning menuju Terminal Lembursitu
Terminal Lembursitu

Setelah sampai di Terminal Lembursitu, kalian naik mobil elf jurusan Jampang Surade. Tarifnya itu Rp40.000. Naik mobil nya itu lumayan lama, sekitar 3 jam, karna jalanan nya juga sedikit rusak. Tapi cuma sedikit kok rusak nya. Sampe Surade bayak yang mulus jalanannya wkwkwkw.


Setelah sampe Surade, kalian turun, terus naik angkot jurusan Ujung Genteng. Angkotnya itu warna merah, kaya gini. Nah naik angkot sampe Ujung Genteng itu durasi nya sekitar 1 sampe 1,5 jam. Nah tarif buat naik angkot ini Rp15.000.
Angkot menuju Ujung Genteng


Ringkasan Tarif Angkutan:
KRL Bekasi - Bogor: Rp7.000
Kereta Bogor - Sukabumi: Rp35.000
Angkot Sukabumi - Lembursitu: Rp5.000
Elf Lembursitu - Surade: Rp40.000
Angkot Surade - Ujung Genteng: Rp15.000
Total: Rp102.000

Jadi, kapan mau ke Ujung Genteng?

Minggu, 08 Juli 2018

Untukmu, Sang Penggoda.

Hai, kamu, siapapun namamu.
Kita tidak pernah bertemu bukan?
Kita saling tidak mengenal, bukan?

Tapi Tuhan memperkenalkan kita dengan cara yang kurang baik ya.
Saya kenal kamu karna kamu dekat dengan dia.
Dia yang sedang saya perjuangkan.

To the pointnya aja ya.
Semenjak saya tau kamu, saya udah gak nyaman.
Semakin kesini, ternyata kalian semakin dekat ya.
Saya ngeliat kalian seperti bukan temenan pada umumnya.

Saya tidak melarangmu berteman dengannya.
Saya tidak melarangmu bercanda dengannya.
Tapi berteman lah sewajarnya, bercanda lah sewajarnya.

Kalo boleh jujur, saya iri sama kamu.
Kamu bisa bertemu setiap hari dengannya.
Kamu bisa bercanda dengannya.

Maaf jika saya sebelumnya pernah menegur kamu.
Tujuan saya satu, menjaga hubungan yg sedang saya jalani (saat itu).
Toh siapa si yang gak risih jika hubungannya ada yg mengganggu?

Tapi ternyata teguran saya gak ngaruh ya buat kamu?
Nyatanya, kalian masih tetap dekat.
Diam diam, dibelakang saya.

Semua memang bukan salahmu, tapi bukan berati kamu tidak salah sama sekali.
Mungkin saja memang dia yg genit.
Mungkin juga memang dia yg memulainya.

Lagipula, kamu kan tau kalo dia sudah bersama saya.
Kalo emang dia yg mulai duluan ke kamu, kenapa kamu respon?
Kamu kan punya pilihan sebelumnya, merespon atau mencuekkan nya.
Ternyata kamu lebih milih meresponnya.

Kita sesama perempuan harusnya paham.
Bagaimana jika kamu di posisi saya?
Bagaimana jika lelaki yang kamu cintai digoda oleh wanita lain?
Iya saya paham, belum tentu juga kamu yg benar benar menggodanya.

Saya percaya, sesuatu terjadi karena sebuah alasan.
Jika sudah begini, saya harus gimana?
Jika dia memilih kamu, apalagi yang harus saya lakukan?
Selain melepaskannya.

Terimakasih telah hadir diantara kita.
Walau saya sempat tidak nyaman dengan kehadiranmu.
Namun dengan adanya kamu, saya paham.
Ternyata dia tidak seperti yang saya pikirkan sebelumnya.
Berjanjilah untuk selalu berbahagia dengannya. 

Rabu, 27 Juni 2018

Untukmu, Sang Penghianat.


Bukannya saya sok kuat.
Bukan juga sok tegar.
Jujur, saya memang sedang tidak baik baik saja.
Siapa sih yg gak sedih ditinggal seseorang yg di sayang?


Harus menghilangkan segala kebiasaan yg dilakukan bersama.
Harus menghapus segala perasaan yg sebenernya masih ada dengan cara paksa.
Membunuh segala kerinduan yang kadang muncul tanpa diundang.
Rindu yang bahkan belum terobati sebelumnya.
Menepis segala kenangan yang datang secara tiba tiba di pikiran.


Lalu, apa salahnya jika saya berusaha tegar?
Berusaha kuat? Berusaha untuk baik baik saja?
Haruskah saya berlarut larut dalam kesedihan?


Masih banyak hal positif yang bisa saya lakukan.
Daripada mengurung diri di kamar ditemani lagu lagu galau.
Yang bahkan membuat sakitnya semakin terasa.
Bahwa sebenarnya, semua ini hanya perlu dinikmati.

Saya sadar hidup ini bukan selalu tentangmu.
Saya yakinkan bahwa hidup saya akan tetap baik baik saja.
Setelah ditinggal oleh penghianat seperti kamu.
Percayalah, segala sesuatu terjadi bukan tanpa alasan.


Entah saya yang terlalu bodoh,
atau kamu yg terlalu pintar menyembunyikan nya.
Dengan lihai nya kamu berperilaku seolah olah kamu menyayangiku,
Padahal kenyataannya rasa itu tak lagi untukku.


Saya menyayangimu, tapi saya gak sebodoh itu.
Untuk mempertahankan mu, sepertinya perlu saya fikirkan lagi.
Menjadi pengemis cintamu yang entah untuk siapa sebenernya.


Kamu tidak lebih dari seorang pengecut buat saya.
Berlindung dibalik kesalahan saya yg telah lalu,
Bahwa kenyataannya saat ini kamu yg sedang berkhianat.
Mencari cari celah supaya saya yg terlihat salah.
Berpura pura bahwa kamu lah yg tersakiti dan sedang dikhianati saat ini.


Kamu pengecut.
Kamu tidak berani mengaku bawah kamu sudah berpaling.
Tidak berani menyampaikan secara terus terang bahwa rasa itu telah hilang.
Tidak berani mengakhiri hubungan ini, padahal kamu yg memulainya.


Tapi dengan beraninya, kamu bermain api dibelakang.
Bermesraan dengannya disaat masih bersama saya.
Gak perlu heran darimana saya tau.
Namanya bangkai jika disimpan akan tercium juga baunya.


Saya kira kamu bersungguh sungguh dengan janji janji kamu.
Janji bahwa apapun rintangan yang ada, kita akan berjuang bersama.
Tapi nyatanya, hanya saya yg berjuang disini.


Saya berhenti karna saya merasa cukup.
Menjadi seseorang yg bodoh untuk terus mempertahankan mu.
Cukup sampai disini kisah kita, entah kisah apa saya pun tidak tau.
Entah hubungan apa yg sedang kita jalani akhir akhir ini.


Terimakasih atas segala hal yang telah kita lalui bersama.
Saya tidak menyesal, dan saya tidak akan mengganggu kalian.
Semoga kamu sehat selalu, dan bahagialah dengannya.
Sehingga kamu tak perlu menyesal dengan apa yang terjadi.
Berjanjilah untuk tidak kembali saat saya sudah berhasil melewatinya.



-Dariku, yang terkhianati

Rabu, 21 Desember 2016

Trip to Prau 2.565mdpl (9-11 September 2016)

Sebelumnya, gue mau ucapin terimakasih buat @shineprojects, karnanya, gue bisa mewujudkan salah satu mimpigue, yaitu ngeliat ciptaan Allah SWT yang sangat luar biasa dari atas puncak Prau.

Gue tau @shineprjects dari diri gue sendiri. Iseng-iseng nyari di instagram pake hastag #opentrip #tripprau dan semacamnya, karna saat itu gue bener bener pengen banget naik gunung, dan entah kenapa yang gue search itu Prau.



Akhirnya, nemulah IG @shineprojects yang sedang mengadakan open trip ke Prau untuk tanggal 9-11 September.



Awalnya gue kaget, ‘kok murah banget ke Prau cuma 300k?’
Soalnya, setau gue, rata rata harga trip ke prau itu kisaran >500k. Pertamanya gue ragu buat ikut trip nya, mengingat maraknya penipu lewat instagram, (maafkan aku, shine, karna pernah berfikiran buruk). Akhirnya gue stalk instagram shine itu.


Ternyata dia(shine) baru menyelesaikan trip ke Papandayan. Dan sebelum ke prau, dia juga mengadakan OneDayTrip ke Pulau Seribu di tanggal 28 Agustus.

     



Untuk meyakinkan gue bahwa shine itu bukan penipu seperti apa yang gue kira sebelumnya, gue berniat buat ikut yang onedaytrip terlebih dahulu.

Onedaytrip gue ke Pulau Kelor, Onrust dan Cipir bersama kaka sepupu gue, ka Kresna atau ka Tika dan teman temannya. Ternyata, shine bukanlah penipu seperti apa yang gue bayangkan sebelumnya.




Sekali lagi, terimakasih @shineprojects atas onedaytrip nyaa, sungguh pengalaman yang takkan terlupakan.




Setelah yakin, akhirnya gue mencari teman untuk diajak bareng ngetrip ke prau. Gue ngajak Nia dan Caca, temen sekolah gue yang suka mendaki juga. Mereka pun awalnya menyanggupi. Hingga akhirnya gue pun gausah repot repot memikirkan teman lagi.

Peralatan nya? Tentu saja gue belom punya yang lengkap. Kalian inget sama Bang Richie? Abang sepupu yang ngajak gue ke cikuray, kalo lupa, bisa kalian baca di blog gue yang ke Cikuray bareng Bang Richie di sini.
Nah, peralatannya gue pinjem di bang richie, ehehehehe terimakasih bang!

H-7 ke prau, gue nanya lagi ke Nia dan Caca, gimana mereka? Apa fix ikut atau engga? Karna, batas pembayaran ke Shine itu H-3.

Ternyata disitu Caca gajadi, karna bentrok dengan acara lain. Daaaan berhubung Caca gajadi ikut, tiba tiba Nia juga gajadi ikut, gue lupa alesannya kenapa. Dan disinilah puncak kelabilan gue antara ikut atau engga.
Kalo gue tetep ikut, gue sendiri. Tapi kalo engga, kapan lagi?

Dan gue gamau ngambil resiko, gue memutuskan untuk tetap ikut. Karna segala persiapan gue udah matang. Gue gamau kecewa lagi. (Gue pernah di php-in buat nanjak, btw)

Nekat? Emang. Keras kepala. Gue kalo emang udah mau itu. Ya harus. Dan gue selalu bilang dalem hati “Tenang, ini open trip, rame kok, tinggal gabung sama yang lain”

Dan yash...hari yang ditunggu tiba. Tanggal 9/9 (Jumat) sepulang sekolah, gue siap siap buat ontheway ke meeting point di Terminal Kampung Rambutan. Gue otw abis magrib menggunakan grab bike. Lumayan macet perjalanan nya saat itu, karna bertepatan dengan jam pulang kerja. Udah gitu long weekend juga karna hari senin (12/9) tanggal merah Idul Adha.

Sesampainya di meeting point, gue bertemu beberapa orang yang juga ikut trip shine. Dan yang paling gue inget, gue ketemu kak Vira. Ternyata dia juga sendirian, ahahahaha akhirnya ketemu temen baru.
Ps: alesan gue suka ikut trip; bisa dapet temen baru

Kita sama sama nunggu pihak shine di kampung rambutan, setelah shine datang, kita briefing dan pembagian mobil. Alhamdulillah gue satu mobil sama kak Vira.

Di mobil, gue duduk sebelahan sama kak Vira. Kita ngobrol buat saling mengenall dan berbagi pengalaman. Kak Vira anak Mapala kampus.......manaya? gue lupa-_-
Dia udah sering nanjak, udah ke Semeru, Rinjani juga, salut banget gue sama kak Vira.


Sesampainya di basecamp Prau, kita semua makan dulu dan siap siap.Kita sampe di basecamp jam 5 Sore hari sabtu (10/9) dan rencana nanjak jam 7 malam. Saat pembagian kelompok untuk nanjak, sayangnya gue ga satu kelompok sama kak Vira;(

basecamp Prau via Patak Banteng

Pas nanjak, gue saa sekali ga megang hp ataupun kamera, karna itu bener bener dingin.

Tapi gue lebih suka nanjak malem, gatau kenapa, lebih enjoy bawaannya, dan lebih dingin juga.

Kita semua sampe di puncak sekitar jam 11.30 malem. Dan langsung ke tenda sesuai kelompoknya. Gue lupa kelompok gue siapa siapa aja namanya, tp gue inget kok muka nya!!
Cewe-cewe tangguh! (gue doang yg pake headlamp;()


Ditenda, kita gelar matras dan sleeping bag. Siap siap mau tidur. Honestly, disitu gue gabisa tidur karna dingin banget, dinginnya banget banget banget, pake sleeping bag aja tetep kerasa dinginnya. Rasanya kaya ditusuk tusuk jarum, pengen pake sleeping bag double. Dingin banget deh pokoknya! Dan disitu gue agak panik, takut hipo, takut gasadar, pokonya disitu gue udah mikir yang aneh aneh. Tapi alhimdulillah sekitar jam 01.00 udah bisa tidur pules.



Kira kira jam 4, gue bangun, rame banyak yang teriak teriak gitu. Dan gue juga pengen ngeliat golden sunrise, yang katanya pemandangan sunrise terbaik se Asia Tenggara itu ada di Prau. Dan pas keluar tenda..ternyata kak Vira di tenda sebelah gue. Akhirnyaaaa.....gue bergabung lagi aja sama kak Vira.


waiting for golden sunrise


ini bersama kak Vira saat nunggu golden sunrise



ini bunga daisy, yang katanya cuma ada di Prau, tapi gatau bener atau engga



ini yang namanya kak Vira, dengan backgrond gunung kembar, Sumbing Sindoro



yang belakang itu gunung Slamet bukan sih? Kalo iya, ini yang biasa disebut Triple S atau 3S, Slamet Sumbing Sindoro.



Dari prau, kita bisa ngeliat banyak puncak puncak gunung, dan gue gabisa sebuti gunung apa aja, kara gue juga lupa gunung apa aja, tapi gue punya beberapa fotonya.






sama sebagian temen temen trip



 “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”, Ar-Rahman: 13


guess, where’s my tend?




 makasih mah. Pah, udah percaya sama kaka, ngizinin kaka naik gunung. Kaka tau, awalnya mama ga ngizinin karna khawatir sama kaka, perempuan, pergi jauh, sendirian. Tapi akhirnya di izinin juga. (emang gue nya yang keras kepala) hahaha ILoveYou Mom, Dad.




Yaa intinya terimakasih shine, udah mewujudkan mimpi gue. Seneng banget!! Bisa jadi sebuah cerita yang bakal gue ceritain ke anak cucu gue nanti, ahahahaha. Thankyou so much @shineprojects.


Minggu, 04 September 2016

Hujan

Hasil gambar untuk hujan

Sebagian orang menyukai nya.
Sebagian orang menunggu kehadirannya.
Sebagian orang bersyukur atas kehadirannya.

Sebagian nya lagi?
Mereka membenci nya.
Mereka menyalahkan hujan atas kekacauan yang terjadi.
Seperti jemuran yang tak kunjung kering, karna hadirnya hujan.

Aku?
Sama sperti tumbuhan.
Aku menyukai hujan.
Menunggu kehadirannya.
Hasil gambar untuk i love rain

Walau terkadang, hujan membuat ku kedinginan.
Walau hujan dapat membuat ku menjadi sakit.
Walau hujan dapat membuat rencana ku gagal.

Tapi aku sangat sangat sangat menyukai hujan.
Hujan membuat ku merasa tenang.

Salah satu alasannya, suara hujan sangat teduh.
Selalu menemani ku disaat sendiri.
Dan juga bisa menjadi inspirasi bagiku.
Seperti saat ini, aku menulis tentangnya.
Hasil gambar untuk writing rain tumblr

Hujan datang tak pernah sendiri.
Sering kali ia datang bersama kenangan.
Kenangan indah, yang ingin kurasakan lagi dan lagi.
Namun, kenangan tetaplah kenangan.
Ga mungkin terjadi lagi
Hasil gambar untuk i love rain tumblr

Ingin sekali rasanya aku kembali menjadi anak kecil.
Yang bisa bermain-main dengan hujan.
Berbahagia bersama nya.
Walau hanya di depan rumah.
Hasil gambar untuk playing with rain

Tapi saat ini?
Untuk melakukannya nya saja perlu mempertimbangkan segalanya.

Jika bukan karna suatu alasan,
Mungkin setiap hujan datang,
Akan selalu ku sambut dengan senyuman yang lebar,
Dengan perasaan bahagia
Kemudian berlari menghampirinya.
Bermain bersama nya.
Karena yang ku tunggu, telah tiba.
Hasil gambar untuk i love rain tumblr


Kalau kalian? Menyukai nya atau membenci nya?
Hasil gambar untuk love or hate

Selasa, 16 Agustus 2016

Selamat Ulang Tahun, Indonesia.

Hell-o guyss!!!
Apa kabar semua nyaaa? Semoga yang lagi baca ini dimana dan kapanpun kalian berada sehat sehat aja yaaa.

Hmm..kayanya akhir-akhir ini ada yang beda deh, iya gaksih?
Coba kalian liat lingkungan kalian deh. Banyak bendera kebanggan kita berkibar dimana mana, ya kan?
Mau ada apasih?
Coba di cek kalender nya sekarang ada di bulan apa hayo...

Yap! Sekarang kita di bulan Agustus. Tanggal berapa sih sekarang?
Tanggal 16, Del, yaampun!! Besok 17 Agustus dan itu Hari Ulang Tahun Indonesia!!

Biasanya nih ya, kalo 17 Agustus kan identik dengan lomba-lomba tradisional nih. Banyak yang ngadain lomba gitu. Entah di sekolah maupun di lingkungan kalian masing-masing. Termasuk di sekolah aku!! Dan...tau gak? Aku lagi ikut lomba membuat blog loh. Doain semoga menang ya!!!

Hari itu merupakan hari bahagia bagi seluruh warga negara Indonesia.
Dimana hari tersebut merupak titik puncak perjuangan Indonesia.
Setelah 3,5 abad dijajah oleh Belanda.
Kemudian dilanjutkan dengan penjajahan Jepang yang sangat amat menyiksa.
71 tahun yang lalu.
Di Halaman Rumah Soekarno, Jl Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta.
Presiden Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
Didampingi dengan Mohammad Hatta.
Di saksikan para pejuang Indonesia dari Sabang-Merauke

Kita mengulas sedikit sejarah Kemerdekaan Indonesia secara garis besarnya yuk..

Dimulai dari tanggal 6 Agustus 1945, Sekutu menjatuhkan bom di kota besar Jepang, Hiroshima yang mampu menurunkan moral semangat para tentara Jepang. 3 hari kemudian, sekutu kembali menjatuhkan bom di kota Jepang lagi, yaitu Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945. Jatohnya kedua bom tersebut membuat Jepang menyerah kepada Sekutu. Kabar tersebut pun terdengar hingga ke Indonesia pada tanggal 10 Agustus 1945.

Mendengar kabar bahwa Jepang sedang di ambang kekalahan, Indonesia pun tidak hanya diam. Para pasukan bawah tanah segera bersiap-siap untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dan menolak bentuk kemerdekaan yang yang diberikan sebagai hadiah dari Jepang.

Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang secara resmi menyerah kepada Sekutu. Setelah mendengar desas-desus Jepang bakal bertekuk lutut, golongan muda mendesak golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun golongan tua tidak ingin terburu-buru. Mereka tidak menginginkan terjadinya pertumpahan darah pada saat proklamasi. Sedangkan golongan muda menginginkan kemerdekaan atas usaha bangsa kita sendiri, bukan pemberian Jepang.

Selanjutnya apalagi sih yang terjadi?
Pernah denger yang namanya Peristiwa Rengasdengklok?
Nah itu lah yang terjadi berikutnya..

Karena perbedaan pendapat antara golongan muda dengan golongan tua, Soekarno-Hatta pun diculik oleh para golongan muda, pada tanggal 16 Agustus 1945. Mereka membawa Soekarno-Hatta ke daerah Rengasdengklok. Tujuannya adalah agar Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang. Di Jakarta, golongan muda, Wikana, dan golongan tua, yaitu Mr. Ahmad Soebardjo melakukan perundingan. Mr. Ahmad Soebardjo menyetujui untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta. Maka dijemputlah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta untuk kembali ke Jakarta. Mr. Ahmad Soebardjo berhasil meyakinkan para pemuda untuk tidak terburu – buru memproklamasikan kemerdekaan.

Perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berlangsung pukul 02.00 – 04.00 dini hari. Teks proklamasi ditulis di ruang makan, rumah Laksamana Tadashi Maeda. Konsep teks proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Teks Proklamasi Indonesia itu kemudian diketik oleh Sayuti melik.

Pagi harinya, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56, telah hadir para pejuang Indonesia, antara lain Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani dan Trimurti. Acara dimulai pada pukul 10:00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh Ibu Fatmawati, dikibarkan, disusul dengan sambutan oleh Soewirjo, wakil walikota Jakarta saat itu.

Pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengambil keputusan, mengesahkan dan menetapkan Undang-Undang Dasar (UUD) sebagai dasar negara Republik Indonesia, yang selanjutnya dikenal sebagai UUD 45. Dengan demikian terbentuklah Pemerintahan Negara Kesatuan Indonesia yang berbentuk Republik (NKRI) dengan kedaulatan di tangan rakyat yang dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang akan dibentuk kemudian. Setelah itu Soekarno dan M.Hatta terpilih sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia yang pertama, atas usul dari Oto Iskandardinata dan persetujuan dari PPKI.

Nah..jadi gitu, teman-teman, sejarahnya gimana Indonesia merdeka.
Pertanyaannya sekarang, gimana sih cara kita menghargai jasa pahlawan yang telah berjuang untuk memerdekakan Indonesia?

Temen-temen, mungkin masa remaja emang masa yang paling indah dalam hidup, masa yang akan selalu dikenang. Tapi janganlah kita membuang masa remaja kita untuk hal-hal yang tidak ada manfaatnya, bahkan merugikan diri sendiri termasuk orang lain.

Sebagai pelajar, dan sebagai generasi penerus bangsa, tentunya kita mempunyai peran aktif untuk menjadikan Indonesia menjadi negara yang lebih maju. Ada beberapa cara untuk menghargai kemerdekaan Indonesia yang baik, diantaranya:
1. Belajar dengan rajin
2. Ikhlas dalam melakukan sesuatu atau tanpa pamrih
3. Rela berkorban
4. Mengisi hari kemerdekaan dengan kegiatan yang positif
5. Menjaga nama baik Indonesia
6. Mengikuti upacara bendera dengan hikmat.
7. Mengheningkan cipta untuk para pahlawan.
dan banyak deh cara-caranya.

Besok kan tanggal 17 Agustus nih, pasti disekolah kalian ada upacara bendera kan? Yuk coba sekali-kali kita semua mengikuti upacara dengan hikmat.


Segini dulu yaaa blog Delira kali ini, doain semoga menang!!! hehehe. Terimakasih buat yang udah baca sampai selesai;)

Senin, 20 Juni 2016

Selesai, dan aku menyerah.

Hai, kamu..
Maaf ya aku nulis tentang kamu tanpa bilang ke kamu.
Tapi, kali ini aku pengen ngomong, disini.

Aku terlalu gengsi untuk ngomong langsung ke kamu.
Aku terlalu nyaman dengan kebersamaan kita sekarang.
Kebersamaan yang sangat sulit untuk diartikan.
Karna aku selalu nyaman sama kamu.

Kita berteman, kita sahabatan.
Percaya gak percaya,
Jarang banget persahabatan yang murni sahabat antara cewe-cowo.
Sebagian besar,
Salah satu diantara mereka memiliki perasaan lebih.
Ga jarang juga bahwa mereka berdua memiliki perasaan itu.

Sebab, cinta hadir berawal dari kebersamaan, bukan?

Aku memiliki perasaan itu.
Aku ga yakin kamu juga punya perasaan itu.
Karna aku merasa, hanya aku yang berusaha.
Hanya aku yang berusaha untuk selalu bersama kamu.
Hanya aku yang berusaha membuat kamu bahagia.

Sedangkan kamu?
Tanpa sadar, kamu tarik-ulur perasaan ini.
Kadang, kamu ngasih aku harapan.
Dan kadang, kamu tiba-tiba menghilang.

Mungkin kamu ga pernah sadar tentang semua ini.
Mungkin menurut kamu semuanya emang biasa aja.
Tapi aku benci ada di keadaan sekarang ini.

Aku mau kembali kayak dulu lagi.
Mungkin menurut kamu semuanya masih sama.
Mungkin juga menurut kamu ga ada bedanya dulu dan sekarang.

Iya, semua emang masih sama.
Hanya aja aku yang merasa asing,
Merasa terabaikan, ga berguna, dan
Merasa ditinggalkan.
Hanya aku yang memiliki perasaan ini.

Saat ini aku mau bilang, aku selesai.
Aku selesai dengan apa  yang aku lakuin.
Selesai dengan semua usaha ku.
Semua, semuanya yang udah aku lakuin untuk kamu.

Ah, bodoh!
Semua itu tetap ga ada nilainya di mata kamu.
Aku merasa ga berguna.
Aku merasa ga dianggap.
Hanya aku yang ingin bersama disini, iya kan?
Kamu datang dan pergi sesuka hati kamu.

Aku selalu berfikir, apa yang harus aku lakukan lagi?
Saat kamu butuh aku,
Kapan aku pernah ga ada?

Tapi setelah kamu udah ga butuh aku,
Dimana kamu?
Setelah kamu bahagia,
Apa kamu masih ingat aku?
Engga kan?
Bukan aku kan yang kamu ingat disaat kamu bahagia?

Sudah cukup aku ngerasain ini semua sendirian.
Sudah cukup aku memendam nya selama ini.

Mendengar dari mulut kamu sendiri,
Bahwa kamu mencintai perempuan lain,
Bahwa kamu lebih bahagia bersamanya.

Hei, ini lebih dari sekedar sakit,
Lebih dari sekedar patah,
Lebih dari sekedar hancur.

Tapi mau aku sehancur inipun,
Kamu tetap ga tau kan?
Kamu tetap ga peduli kan?
Karna aku juga bukan siapa-siapa kamu kan?
Karna aku tau, bukan aku yang di hati kamu.

Sia-siain aja sesuka kamu,
Masabodoin aja sebebas kamu,
Abaikan aja sebahagia kamu.

Aku ga peduli seberapa sakitnya aku sekarang.
Aku ga peduli seberapa bodohnya aku untuk menyerah saat ini.

Sangat sulit memutuskan untuk pergi atau tetap bertahan.
Dengan alasan apalagi jika aku tetap bertahan?
Sedangkan kamu ga nunjukin kalo kamu butuh aku.
Lalu, untuk apa aku bertahan?
Untuk melihat mu bahagia dengan yang lain?

Aku cuma pergi sebentar kok.
Aku cuma pengen tau,
Apa aku penting di hidup kamu?
Apa kamu butuh aku?
Atau keberdaan ku, hanya mengganggu kamu?

Thank you for being the reason i smile.
So many of my smiles begin with you.
And now, I must to go.
If you want me in your life, let me know.


I will miss you, and i know you don’t care anymore.